Rabu, 09 Maret 2011

Fungsi Masing-Masing Komponen Komputer

Motherboard

Motherboard adalah komponen komputer tempat kita menancapkan atau memasangkan komponen-komponen komputer lainnya seperti processor, video card, sound card, hard disk, dan lain sebagainya. Motherboard berfungsi untuk menghubungkan setiap komponen-komponen komputer tersebut agar bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Setiap motherboard memiliki spesifikasi-nya masing-masing, spesifikasi seperti processor apa yang didukungnya dan berapa kapasitas maksimal RAM yang didukung oleh motherboard tersebut.





Processor
Jika sebuah komputer diibaratkan sebagai seorang manusia, maka processor adalah otak manusia tersebut. Processor atau CPU (Central Processing Unit) adalah sebuah komponen komputer yang bertugas untuk mengeksekusi instruksi atau melakukan perhitungan-perhitungan. Sebelum membeli sebuah processor kalian harus mencari tahu terlebih dahulu socket processor apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah socket AM2, socket LGA 775, atau lain sebagainya.




RAM
RAM adalah singkatan dari Random Access Memory, yaitu sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data sementara dari suatu program yang sedang kita jalankan dan data-data tersebut bisa diakses secara acak atau random. Sebelum membeli sebuah RAM kalian harus mencari tahu terlebih dahulu slot RAM apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah SDRAM, DDR, DDR2, atau lain sebagainya.


Video Card
Video card ini adalah komponen komputer yang berfungsi untuk menghasilkan output gambar untuk ditampilkan di monitor. Sebelum membeli sebuah video card, kalian harus mencari tahu terlebih dahulu slot video card apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah slot PCI, AGP, PCI-X, PCI Express, atau lain sebagainya.



Sound Card
Sound card adalah sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menghasilkan suara dan menyediakan port-port inputan dan outputan. Sound card biasanya telah disediakan secara onboard di motherboard-motherboard baru yang ada di pasaran saat ini, jadi kalian tidak perlu mengeluarkan dana ekstra untuk membeli sebuah sound card.





Hard Disk
Hard disk adalah komponen komputer tempat kita menyimpan data. Semakin besar kapasitas hard disk yang kita miliki di komputer kita maka semakin banyak juga data yang bisa kita simpan di komputer kita tersebut. Sebelum membeli hard disk kalian harus mencari tahu terlebih dahulu interface hard disk apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah IDE, SCSI, SATA, atau lain sebagainya.



Optical Disc Drive
Walaupun tanpa sebuah optical disc drive komputer kita bisa nyala atau berfungsi, tetapi rasanya tanpa komponen komputer yang satu ini komputer kita seperti terisolasi dari dunia luar, terisolasi dari dunia luar maksudnya kita akan kesulitan jika suatu saat ingin meng-copy data, meng-install program, menonton film VCD atau DVD, yang semuanya tersimpan di dalam sebuah keping CD atau DVD. Optical Disc Drive ini bisa berupa CD-ROM, DVD-ROM, DVD-RW, Blue-Ray, atau lain sebagainya. Sebelum membeli sebuah optical disk drive kalian harus mencari tahu dulu interface apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah IDE, SATA, atau lain sebagainya.



Monitor
Monitor adalah komponen komputer yang berfungsi untuk menampilkan gambar yang di-output dari video card. Monitor komputer yang banyak tersedia di pasaran saat ini adalah monitor CRT (monitor tabung) dan monitor LCD, namun saat ini kebanyakan orang-orang lebih memilih menggunakan monitor LCD (terutama di kantor-kantor) karena monitor LCD ini selain tampilannya lebih modern, juga memiliki kelebihan lainnya yaitu hemat space dan hemat listrik.




Keyboard
Keyboard adalah sebuah komponen komputer inputan yang berfungsi sebagai alat untuk mengetikkan sesuatu. Selain keyboard standard, keyboard komputer saat ini memiliki model bermacam-macam, seperti keyboard mini, keyboard fleksibel yang bisa dilipat, keyboard wireless yang menggunakan bluetooth, dan lain sebagainya.




Mouse
Mouse adalah komponen komputer inputan yang berfungsi untuk menggerakan cursor di layar monitor kita dan untuk meng-klik sesuatu seperti tombol-tombol di sebuah program aplikasi. Mouse juga bermacam-macam modelnya, ada mouse standard, mouse untuk keperluan gaming, mouse wireless yang menggunakan bluetooth, dan lain sebagainya.


Power Supply
Ibarat sebuah mobil yang tidak bisa berjalan jika tidak memiliki bahan bakar, maka sebuah komputer pun tidak akan bisa nyala atau berfungsi jika tidak memiliki power supply atau PSU (Power Supply Unit) ini. Power supply adalah sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk mensuplai arus listrik ke komponen-komponen komputer lainnya seperti motherboard, hard disk, optical disk drive, dan lain sebagainya.





Casing
Casing komputer adalah sebuah komponen komputer yang berfungsi sebagai tempat kita meletakkan atau menempelkan motherboard, power supply, optical disc drive, hard disk, dan lain sebagainya. Casing komputer ini dibedakan berdasarkan ukurannya yang sering disebut juga sebagai form factor (seperti ATX dan Micro ATX) dimana form factor ini mengacu kepada form factor motherboard yang didukungnya.

Selasa, 22 Februari 2011

Evolusi Komputer

I. KOMPUTER GENERASI PERTAMA (1)

Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua,negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploitasi potensi strategis yang dimiliki komputer.Hal ini tentu saja meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer.Pada tahun 1941,Konrad Zuse,seorang insinyur Jerman membangun sebuah Komputer Z3,untuk mendisain pesawat terbang dan peluru kendali.

Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer.Pada Tahun 1943,pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode Rahasia yang dinamakan Colossus yang berfungsi untuk memecahkan kode-rahasia yang digunakan Jerman.Dampak pembuatan Colossus ini tidak terlalu mempengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan.Pertama,colossus bukan merupakan komputer serbaguna general-purpose computer),ia hanya didisain untuk memecahkan kode rahasia.Kedua,keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.

Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja sama dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy.Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil.The Harvd-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator,atau Mark I,merupakan komputer relai elektronik.Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik.Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah).Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan Aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.

Perkembangan komputer  pada masa itu adalah Electronic Numerical Integrator And Computer (ENIAC),yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania.Terdiri dari 18.000 tabung vakum,70.000 resistor,dan 5 juta titik solder,Komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW.Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dan John W. Mauchly (1907-1980),ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.Pada pertengahan tahun 1940-an,John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan Tim University of Pennsylvania dalam usaha membangun konsep desain komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer.

Sejarah Komputer,gambar komputerVon Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer(EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuah memori untuk menampung baik program ataupun data.Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali.Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU),yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal.Pada Tahun 1951,UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand,menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut.Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC.Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952.

Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu.Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut "bahasa mesin" (machine language).Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan Tube Vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dan silinder magnetik untuk penyimpanan data.

II. KOMPUTER GENERASI KEDUA (2)

Pada tahun 1948,penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum yang ada pada televisi,radio,dan komputer.Akibatnya,ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai sejak tahun 1956.Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil,lebih cepat,lebih dapat diandalkan,dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya.Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer.IBM membuat superkomputer bernama Stretch,dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC.Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom,dapat menangani sejumlah besar data,sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom.Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya.Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore,California,dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C.Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly.Bahasa Assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singkatan untuk menggantikan kode biner.

Pada awal tahun 1960-an,mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis,di Universitas,dan di pemerintahan.Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor.Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan Komputer pada saat ini: printer,penyimpanan dalam disket,memory,sistem operasi,dan program.Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri.Pada tahun 1965,hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan.

Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer.Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis.Dengan konsep ini,komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji.Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan.Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata,kalimat,dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia.Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer.Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer,analyst,dan ahli sistem komputer).Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.
Berikut contoh gambarnya :



III. KOMPUTER GENERASI KETIGA (3)

Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum,namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar,yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer.Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini.Jack Kilby,seorang insinyur di Texas Instrument,mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC: integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa.Para ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor.Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang berfungsi untuk memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

IV. KOMPUTER GENERASI KEEMPAT (4)

Setelah IC,tujuan pengembangan menjadi lebih jelas yaitu mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik.Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip.Pada tahun 1980-an,Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan.Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukuran setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer.Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja,efisiensi dan juga kehandalan komputer.Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit,memori,dan kendali input/output) dalam sebuah chip yangsangat kecil.Sebelumnya,IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik.Sekarang,sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan.Tidak lama kemudian,setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven,televisi,dan mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.

generasi komputerPerkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa.Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah.Pada pertengahan tahun 1970-an,perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum.Komputer-komputer ini,yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam.Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet.Pada awal 1980-an,video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.Pada tahun 1981,IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor,dan sekolah.Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit pada tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit pada tahun 1982.Sepuluh tahun kemudian,65 juta PC digunakan.Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil,dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop),atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).

IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer.Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks.Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.

Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486,Pentium,Pentium II,Pentium III,Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6,Athlon,dsb.Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat.Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja,cara-cara baru untuk menggali potensi terus dikembangkan.Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil,komputer-komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori,piranti lunak,informasi,dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya.Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas.Dengan menggunakan perkabelan langsung,yang disebut juga Local Area Network (LAN),atau kabel telepon,jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.

V. KOMPUTER GENERASI KELIMA (5)

Mendefinisikan komputer generasi kelima (ke-V) menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda.Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey.HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima.Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence),HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia,menggunakan masukan visual,dan belajar dari pengalamannya sendiri.

Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan,banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud.Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia.Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin.Fasilitas ini tampak sederhana.Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertian manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian daripada sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.

Banyak kemajuan di bidang disain komputer dan teknologi semakin memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima.Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel,yang akan menggantikan model von Neumann.Model von Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak.Kemajuan lain adalah Teknologi Superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun,yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.

Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima.Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya.Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal,namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia.Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.

VI. KOMPUTER GENERASI KE ENAM ( Masa Depan KE-6)

komputer generasi ke-6,masa mendatangDengan Teknologi Komputer yang ada saat ini,agak sulit untuk dapat membayangkan bagaimana komputer masa depan.Dengan teknologi yang ada saat ini saja kita seakan sudah dapat “menggenggam dunia”.Dari sisi teknologi beberapa ilmuwan komputer meyakini suatu saat tercipta apa yang disebut dengan biochip yang dibuat dari bahan protein sitetis.Robot yang dibuat dengan bahan ini kelak akan menjadi manusia tiruan.Sedangkan teknologi yang sedang dalam tahap penelitian sekarang ini yaitu mikrooptik serta input-output audio yang mungkin digunakan oleh komputer yang akan datang.Ahli-ahli sains komputer sekarang juga sedang mencoba merancang komputer yang tidak memerlukan penulisan dan pembuatan program oleh pengguna.Komputer tanpa program (programless computer) ini mungkin membentuk ciri utama generasi komputer yang akan datang.

Kemungkinan Komputer Masa Depan

Secara prinsip ciri-ciri komputer masa depan adalah lebih canggih dan lebih murah dan memiliki kemampuan diantaranya melihat,mendengar,berbicara,dan berpikir serta mampu membuat kesimpulan seperti manusia.Ini berarti komputer memiliki kecerdasan buatan yang mendekati kemampuan dan prilaku manusia.Kelebihan lainnya lagi,kecerdasan untuk memprediksi sebuah kejadian yang akan terjadi,bisa berkomunikasi langsung dengan manusia,dan bentuknya semakin kecil.Yang jelas komputer masa depan akan lebih menakjubkan.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang Sejarah Komputer Dan Perkembangannya Dari Generasi Ke-1 Sampai Generasi Ke-6,semoga bermanfaat terutama bagi yang ingin mengetahui Sejarah Komputer dan juga bagi para pembaca semuanya.

Selasa, 07 Desember 2010

Jejaring Sosial

1. Fupei.com
FUPEI-Friends Uniting Program Especially Indonesia- adalah sebuah website komunitas yang berisi tentang jurnal persahabatan dan kreatifitas di internet, dikhususkan untuk kalangan Indonesia, FUPEI terus berusaha untuk mengembangkan fasilitasnya agar tidak kalah dengan fasilitas website-website yang sejenis diluar, memiliki anggota sebanyak 80.000 lebih orang dengan 96,3 persen adalah pengguna yang berasal dari Indonesia.
2. ADANDU.com
Adandu memiliki tampilan logo dan website yang didominasi warna merah-putih serta maskot berbentuk kartun bintang kuning. Adandu mulai diluncurkan dalam versi beta di bulan Oktober 2009. Berdasarkan data Alexa pada Mei 2009 laju pertumbuhan jumlah halaman website Adandu yang diakses (pageviews) dalam tiga bulan naik 6000%. Sedangkan laju waktu tinggal per orang (average time on site) tumbuh 2400%. Data ini menunjukkan meningkatnya jumlah dan loyalitas pengunjung yang mengakses website
3. DIGLI.com
DIGLI adalah situs pertemanan dengan rasa Indonesia dimana seluruh pengguna DIGLI bisa berinteraksi satu sama lain sehingga membentuk sebuah aktifitas bersosialisasi.Lebih mudah mendapatkan temanDengan DIGLI, para pengguna bisa lebih mudah mendapatkan teman-teman baru karena di sini para pengguna DIGLI lebih mudah mengakrabkan diri dengan pengguna lainnya. Selain itu, berbagai fasilitas yang tersedia sangat mendukung para penggunanya untuk menjalin komunikasi dengan pengguna-pengguna lainnya,kalau dalam penilaian situs ini menggabungkan antara facebook dengan kaskus.

Minggu, 05 Desember 2010

Keimanan

BERTAMBAH DAN BERKURANGNYA IMAN

Iman bagi seorang hamba mempunyai kedudukan tinggi dan luhur. Dia adalah kewajiban yang paling wajib dan kepentingan yang paling penting. Setiap kebaikan dunia dan akhirat tergantung pada kebaikan dan keselamatan iman. Betapa banyak faidah melimpah, buah-buahan yang beraneka ragam, panen yang lezat dan makanan yang tak kunjung habis serta kebaikan yang terus mengalir karena keimanan. Dari sini kaum Muslimin berlomba-lomba untuk menjaga, memurnikan dan menyempurnakan imannya. Seorang Muslim yang diberi taufiq oleh Allah seharusnya menomorsatukan penjagaannya terhadap keimanan di atas segalanya dalam rangka mencontoh Salafus Shalih Radliyallahu ‘Anhum Ajma’in. Para Salaf selalu bersungguh-sungguh menjaga keimanan mereka, memeriksa amal mereka dan saling berwasiat di antara mereka. Atsar-atsar mereka yang demikian sangat banyak di antaranya:
1. Atsar dari Umar bin Al Khaththab Radliyallahu ‘Anhu. Beliau berkata kepada para shahabatnya: “Marilah kemari, kita menambah keimanan.”
2. Atsar dari Abdullah bin Mas’ud Radliyallahu ‘Anhu.
Beliau berkata: “Duduklah bersama kami, kita menambah keimanan.” Beliau juga biasa mengatakan dalam doanya: “Ya Allah, tambahlah iman, keyakinan dan kepahamanku.”
3. Mu’adz bin Jabal Radliyallahu ‘Anhu berkata: “Duduklah bersama kami, kita beriman sejenak.”
4. Abdullah bin Rawahah Radliyallahu ‘Anhu pernah mengambil tangan sekelompok shahabatnya sambil berkata: “Marilah kemari menambah iman sejenak, marilah berdzikir kepada Allah dan menambah keimanan dengan taat kepada-Nya. Semoga Dia mengingat kita dengan membawa ampunan-Nya.”
5. Abu Darda’ Radliyallahu ‘Anhu berkata: “Termasuk dari kepahaman agama seorang hamba adalah dia mengetahui apakah imannya bertambah atau berkurang dan dia mengetahui bisikan-bisikan setan dari mana saja ia datang.”
6. Umair bin Hubaib Al Khithami Radliyallahu ‘Anhu berkata: “Iman itu bertambah dan berkurang.”
Dia ditanya: “Apa yang menyebabkan bertambah dan berkurangnya?” Dia menjawab: “Apabila kita berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla, memuji-Nya dan bertasbih kepada-Nya maka itulah bertambahnya iman. Dan apabila kita lalai, menyia-nyiakan dan melupakan-Nya maka itulah berkurangnya iman.”
7. Alqamah bin Qais An Nakha’i Rahimahullah (salah seorang tokoh ulama tabi’in) berkata kepada para sahabatnya: “Marilah berjalan bersama kami menambah keimanan.”
8. Abdurrahman bin Amr Al Auza’i Rahimahullah pernah ditanya tentang keimanan apakah bisa bertambah?
Beliau menjawab: “Betul (bertambah) sampai seperti gunung.” Beliau ditanya lagi: “Apakah bisa berkurang?” Beliau menjawab: “Ya, sampai tidak tersisa sedikit pun.”
9. Imam Ahlus Sunnah Ahmad bin Hanbal Rahimahullah pernah ditanya tentang keimanan apakah bisa bertambah dan berkurang beliau menjawab: “Iman bertambah sampai puncak langit yang tujuh dan berkurang sampai kerak bumi yang tujuh.” Beliau juga berkata: “Iman itu ucapan dan amalan, bertambah dan berkurang. Apabila engkau mengamalkan kebajikan maka ia bertambah dan apabila engkau menyia-nyiakannya maka ia pun akan berkurang.”
Atsar-atsar dan pernyataan mereka sangat banyak. Kalau kita memperhatikan sejarah hidup mereka dan membaca kabar tentang mereka kita akan mengetahui begitu besar perhatian mereka terhadap keimanan.
Telah diketahui dari mereka bahwa iman itu dapat bertambah dan berkurang. Bertambah dengan menjalankan sebab yang membuat kuatnya iman. Oleh karena itu sangat penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui sebab-sebab yang menjadikan keimanan bertambah dan berkurang atau yang menguatkan dan melemahkan (membatalkannya), Al Alamah Abdul Rahman Ibnu Sa’di mengatakan:
Seorang Mukmin yang diberi taufiq oleh Allah, dia senantiasa berusaha melakukan dua hal yaitu:
Pertama, memurnikan keimanan dan cabang-cabangnya dengan cara mengilmui dan mengamalkannya.
Kedua, berusaha untuk menolak atau membentengi diri dari bentuk-bentuk ujian yang tampak maupun tersembunyi yang dapat menafikan (menghilangkan)nya dan membatalkannya atau mengikisnya. (At Taudlih wal Bayan Lisyajaratil Iman halaman 38)
Dari sini saya akan menukilkan beberapa keterangan para ulama tentang sebab-sebab bertambah dan berkurangnya iman. Di antara sebab bertambahnya adalah mempelajari ilmu yang bermanfaat berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Ibnu Rajab mendefinisikan ilmu sebagai berikut: “Ilmu yang bermanfaat adalah mempelajari dengan seksama isi Al Kitab dan As Sunnah serta makna-maknanya berdasarkan atsar shahabat dari tabi’in serta tabi’ut tabi’in di dalam memahami keduanya serta ucapan mereka dalam permasalahan halal, haram, kezuhudan, permasalahan hati, ilmu pengetahuan dan lain-lain.” (Fadlu Ilmis Salaf ‘alal Khalaf halaman 45)
Sebab yang paling besar dalam bertambahnya iman perhatikanlah nash-nash dari Al Quran dan Al Hadits berikut ini.
Allah berfirman:
“Allah menyaksikan bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Dia, Yang Menegakkan Keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga mengatakan yang demikian itu). Tidak ada ilah yang berhak untuk disembah melainkan Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imran : 18)
Juga firman Allah:
“Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang Mukmin mereka beriman dengan apa-apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran) dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan pahala yang besar.” (QS. An Nisa : 162)
Serta firman-Nya:
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.” (QS. Fathir : 28)
Serta ayat lain yang semakna. Adapun Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah dengan kebaikan maka Allah akan menfaqihkannya dalam perkara agama.” (HR. Bukhari 1/164, 6/217, 12/293 dan Muslim 3/1524)
Juga sabdanya:
“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Dan sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada pencari ilmu karena ridha dengan apa yang dia perbuat. Sesungguhnya seorang yang alim akan dimintakan ampunan baginya oleh semua yang ada di langit dan bumi sampai ikan hiu di dalam air. Sesungguhnya keutamaan orang alim atas seorang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan di malam purnama atas segala bintang-bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi dan para nabi tidak mewariskan dinar dan tidak pula dirham akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya maka berarti dia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Imam Ahmad 5/196, Abu Daud 3/317, Tirmidzi 5/49, Ibnu Majah 1/81, Ad Darimi 1/98, Ibnu Hibban 1/152 dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Shahihul Jami’ 5/302)
Serta sabda beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
“Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah adalah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla, para malaikat-Nya serta penduduk langit dan bumi sampai semut yang ada di lubangnya dan ikan hiu semua mengucapkan shalawat atas seorang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. Tirmidzi 5/50 dishahihkan oleh Syaikh Al Albani di dalam Shahih Tirmidzi 2/343)
Nash-nash di atas menerangkan kedudukan dan keagungan serta pentingnya ilmu dan akibat atau pengaruhnya di dunia dan di akhirat berupa ketundukan dan keterikatan pada syariat Allah serta merealisasikannya. Maka seorang alim yang mengenal Rabbnya, nabinya, perintah dan batasan-batasan hukum Allah dapat membedakan perkara-perkara yang dicintai dan diridlai Allah dengan perkara-perkara yang dibenci-Nya. Inilah ilmu yang bermanfaat.
Bertambahnya iman yang dihasilkan dari sisi ilmu terjadi dari beberapa segi di antaranya adalah keluarnya si penuntut ilmu untuk mencari ilmu, duduknya di majlis-majlis dzikir, berdiskusi dalam permasalahan ilmu, bertambahnya pengenalan mereka kepada Allah dan syariat-syariat-Nya, aplikasinya tentang apa yang dipelajari kemudian dia ajarkan yang dengan ini dia mendapatkan pahala dan sebagainya.
Adapun dalam bagian-bagian ilmu syar’i yang bisa menyebabkan bertambahnya ilmu adalah:
1. Membaca dan tadabbur Al Quran Al Karim.
Hal ini termasuk ilmu yang paling agung yang menyebabkan bertambah dan tetap serta kuatnya keimanan. Allah telah menurunkan Kitab-Nya sebagai penerang bagi hamba-hamba-Nya, sebagai petunjuk, rahmat, cahaya, kabar gembira dan peringatan bagi orang-orang yang ingat.
Banyak sekali nash-nash yang menerangkan tentang perkara ini di antaranya Allah berfirman:
“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami. Menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al A’raf : 52)
Juga pada surat Al An’am 92 dan 155, An Nahl 89, Shad 29, Al Isra 9 dan 82, Qaf 37 dan lain-lain.
Ayat-ayat ini menerangkan keutamaan Al Quran Al Karim. Orang yang membaca, mentadaburi dan memperhatikannya akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang menjadikan imannya kuat dan bertambah. Allah mengabarkan tentang orang-orang Mukminin yang berbuat demikian.
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka dan kepada Rabblah mereka bertawakkal.” (QS. Al Anfal : 2)
Imam Al Ajurri Rahimahullah berkata:
Barangsiapa yang tadabur (memperhatikan) Al Quran, dia akan mengenal Rabbnya Azza wa Jalla dan mengetahui keagungan, kekuasaan dan qudrah-Nya serta ibadah yang diwajibkan atasnya. Maka dia senantiasa melakukan setiap kewajiban dan menjauhi dari segala sesuatu yang tidak disukai maulanya (yaitu Allah).
Ayat-ayat di atas adalah dalil yang sangat jelas dalam menerangkan pentingnya Al Quran dan pentingnya memperhatikan dan penjagaan kepadanya serta kuatnya pengaruh terhadap hati. Inilah yang paling tinggi kedudukannya dan menyebabkan bertambahnya iman.
Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:
Kesimpulannya adalah tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi hati daripada membaca Al Quran dengan tadabur dan tafakur.
2. Mengenal Asmaul Husna dan sifat Allah yang terdapat dalam Al Quran dan As Sunnah yang menunjukkan kesempurnaan Allah secara mutlak dari berbagai segi.
Apabila seseorang hamba mengenal Rabbnya dengan pengetahuan yang hakiki kemudian selamat dari jalan orang-orang yang menyimpang tentang pengenalan terhadap Allah yang dibangun di atas tahrif, ta’thil, takyif atau tasybih terhadap asma dan sifat-sifat Allah, sungguh dia telah diberi taufik dalam mendapatkan tambahan iman. Karena seorang hamba apabila mengenal Allah dengan jalan yang benar dia termasuk orang yang paling kuat imannya dan ketaatannya, takutnya dan muraqabah-nya kepada Allah Ta’ala. Allah berfirman:
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari para hamba-Nya adalah ulama.” (QS. Fathir : 28)
Ibnu Katsir mengatakan:
Sesungguhnya hamba yang benar-benar takut kepada Allah adalah ulama yang mengenal Allah. (Ibnu Katsir 3/553. Ahmad bin Ashim Al Anthadi berkata: “Barangsiapa yang lebih mengenal Allah maka dia lebih takut kepada-Nya.” [Ar Risalah Al Qusyairi halaman 141])
3. Memperhatikan sirah/perjalanan hidup Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Termasuk dari sebab bertambahnya iman adalah mengamati dan memperhatikan serta mempelajari sirah nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan sifat-sifat beliau yang baik serta perangainya yang mulia. Dialah pilihan Allah di kalangan para makhluk-Nya, yang dipercaya untuk wahyu-Nya, yang diutus dengan agama yang kokoh dan manhaj yang lurus. Allah mengutus beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam dan sebagai imam serta hujah atas hamba-hamba-Nya.
Ibnul Qayyim berkata:
Dari sini kamu mengetahui sangat pentingnya hamba untuk mengenal Rasul dan apa yang dibawanya dan membenarkan pada apa yang beliau kabarkan serta mentaati apa yang beliau perintahkan karena tidak ada jalan kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan tidak pula di akhirat kecuali dengannya (tuntunan Rasul). Tidak ada jalan untuk mengetahui baik dan jelek secara mendetail kecuali darinya. Maka kalau seseorang memperhatikan sifat dan akhlak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam Al Quran dan hadits, dia akan mendapatkan manfaat dengannya yaitu ketaatan dia kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjadi kuat dan bertambah cintanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah tanda bertambahnya keimanan yang mewariskan mutaba’ah dan amalan shalih.
4. Mempraktikkan kebaikan-kebaikan agama Islam.
Sesungguhnya ajaran Islam semuanya baik, paling benar aqidahnya, paling terpuji akhlaknya, paling adil hukum-hukumnya. Dari pandangan yang mulia ini, Allah menghiasi keimanan di hati seorang hamba dan membuatnya cinta kepada iman. Sebagaimana Allah memenuhi cintanya kepada pilihan-Nya dari kalangan makhluk-Nya yakni Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan firman-Nya:
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah dalam hatimu.” (QS. Al Hujurat : 7)
Maka iman di hati seorang hamba adalah sesuatu yang sangat dicintai dan yang paling indah. Oleh karena itu seorang hamba akan merasakan manisnya iman yang ada di hatinya sehingga dia akan menghiasi hatinya dengan pokok-pokok dan hakikat-hakikat keimanan dan menghiasi anggota badannya dengan amal-amal nyata. (Lihat At Taudlih wal Bayan halaman 32-33)
Apabila kita memperhatikan kebaikan-kebaikan yang terdapat dalam agama ini berupa perintah-perintah dan larangan-larangan, syariat dan hukum-hukum akhlak dan adab-adab yang menjadi sebab bagi orang tidak beriman semakin menjauh dan sebagai bahan tambahan (iman) bagi orang yang beriman. Bahkan barangsiapa yang kuat perhatiannya kepada kebaikan-kebaikan agama ini kakinya akan semakin kokoh di dalam mengenal kebaikan serta kesempurnaannya. Begitu pula jika ia memperhatikan kejelekan-kejelekan akibat karena menentang agama maka dia akan termasuk orang yang paling kuat dan kokoh imannya.
Oleh karena itu Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:
Orang-orang yang khusus dan berakal tatkala akal mereka menyaksikan kebaikan, kemuliaan dan kesempurnaan agama ini dan menyaksikan kejelekan dan kerendahan sesuatu yang menentangnya (agama) jika bercampur dengan keimanan, kecintaan dan kejernihan hati maka kalau pun dia disuruh memilih antara dimasukkan ke neraka dengan memilih selain agama ini (Islam) serta dia lebih memilih untuk dimasukkan ke api atau dipotong-potong anggota badannya dan tidak memilih agama lain. Contoh ini adalah manusia yang kaki-kaki mereka kokoh dalam keimanan, paling jauh kemungkinan untuk murtad darinya dan yang paling berhak untuk tetap atasnya sampai hari bertemu Allah. (Miftahud Daris Sa’adah halaman 340-341)
Ucapan beliau itu didukung oleh hadits Anas bin Malik Radliyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah bersabda:
“Tiga perkara yang barangsiapa ada padanya dia akan mendapatkan manisnya iman. Yaitu jika Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, jika ia mencintai seseorang tidaklah mencintainya kecuali karena Allah dan jika dia benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke neraka.” (HR. Bukhari 1/60 dan Muslim 1/66)
Al Walid hafidlahullah menyebutkan beberapa faidah dari hadits itu di antaranya hadits tersebut menunjukkan perbedaan tingkatan keimanan dan bahwa iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Barangsiapa memiliki tiga perangai itu maka dia akan mendapatkan manisnya iman berbeda dengan lainnya. (Isyruna Haditsan min Shahih Bukhari halaman 167)
5. Membaca sirah Salaf umat ini.
Salaf umat ini yaitu para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik adalah generasi pertama dalam Islam, sebaik-baik generasi, penjaga Islam, pembimbing para makhluk, orang-orang yang menyaksikan kejadian-kejadian yang agung, pembawa-pembawa agama ini dan penyampai risalah kepada zaman sesudah mereka, manusia yang paling kuat imannya dan kokoh ilmu di kalangan manusia, yang paling baik hatinya dan paling suci jiwa-jiwa mereka. Mereka diberi kekhususan oleh Allah dengan melihat nabinya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan mendengar langsung suara dan ucapan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mengambil agama dari beliau sehingga jiwa mereka kokoh.
Keutamaan mereka disebutkan dalam firman Allah:
“Kalian adalah umat terbaik yang dikeluarkan bagi manusia.” (QS. Ali Imran : 110)
Yang maknanya adalah mereka adalah sebaik-baik umat dan yang paling bermanfaat bagi manusia.
Dan sabda Rasulullah:
“Sebaik-baik umatku adalah generasi saat aku diutus kemudian orang yang sesudahnya ….” (HR. Muslim 4/1964)
Barangsiapa memperhatikan dan membaca perjalanan hidup mereka akan mengetahui kebaikan-kebaikan mereka, akhlak-akhlak yang agung, ittiba’ mereka kepada Allah, perhatian mereka terhadap iman, rasa takut mereka dari dosa, kemaksiatan, riya’ dan nifaq, ketaatan mereka dan bersegera dalam kebaikan, kekuatan iman mereka dan kuatnya ibadah mereka kepada Allah dan sebagainya. Dengan memperhatikan keadaan mereka maka iman menjadi kuat dan timbul keinginan untuk menyerupai mereka dalam segala hal sebagaimana ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “Barangsiapa lebih serupa dengan mereka (shahabat) maka dia lebih sempurna imannya (Al Ubudiyah halaman 94) dan barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka.”
Sebab-Sebab Berkurangnya Iman
Kita mengetahui sebab-sebab berkurangnya iman sebagai tameng dan kehati-hatian kita agar tidak terjatuh ke dalamnya. Sebagaimana ucapan Hudzaifah Ibnul Yaman Radliyallahu ‘Anhu:
“Para shahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang kebaikan sedangkan aku bertanya tentang kejelekan karena aku takut kejelekan itu mengenaiku.” (Al Bukhari 7/93 dan Muslim 3/1975)
Ibnul Jauzi berkata: “Mengetahui kejelekan adalah agar berhati-hati dari terjatuh padanya.” (Talbis Iblis halaman 4 dan Al Fatawa Ibnu Taimiyah 10/301)
Serta ucapan seorang penyair:
Aku mengetahui kejelekan bukan untuk melakukannya
Akan tetapi untuk menghindarinya
Barangsiapa yang tidak mengenal kejelekan dikawatirkan dia akan terjerumus padanya
Sebab-sebab berkurangnya iman terbagi menjadi dua bagian dan setiap bagian terbagi lagi dalam beberapa bagian.
Bagian pertama, sebab-sebab dari dalam berupa:

a. Kobodohan sebagai lawan dari ilmu.
Sebagaimana ilmu menjadi sebab bertambahnya iman maka kebodohan juga menjadi sebab berkurangnya iman. Terjadinya perbuatan dosa dan kemaksiatan sering disebabkan karena kebodohan. Allah berfirman menceritakan kebodohan kaum Musa Alaihis Salam:
Mereka (kaum Musa) berkata: “Wahai Musa, buatkan bagi kami tuhan-tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.” Musa berkata: “Sesungguhnya kalian adalah kaum yang bodoh.” (QS. Al A’raf : 138)
Juga banyak ayat lain yang menerangkan tentang yang demikian.
Oleh karena itu Imam At Thabari menyebutkan di dalam Tafsir-nya riwayat dari Abu Aliyah bahwa beliau berkata: “Setiap dosa yang dilakukan seseorang hamba adalah karena kebodohannya.”
Qatadah berkata: “Para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersepakat berpendapat bahwa setiap perbuatan maksiat terhadap Allah adalah karena kebodohan, baik secara sengaja atau tidak.”
Mujahid berkata: “Setiap orang yang bermaksiat kepada Allah maka hal itu karena kebodohannya sampai dia mau bertaubat.”
As Suddi berkata: “Selama seorang hamba bermaksiat kepada Allah maka dia adalah orang yang bodoh.”
Ibnu Zaid mengatakan: “Setiap seorang berbuat suatu maksiat kepada Allah maka dia bodoh sampai dia berlepas diri darinya.” (Lihat atsar-atsar ini di dalam Tafsir At Thabari 3/229, 5/209, Tafsir Al Baghawi 1/407, Al Fatawa 7/22, Tafsir Ibnu Katsir 1/463)
Maka kebodohan dan rusaknya ilmu adalah sebab pokok rusaknya amal dan berkurangnya iman.
b. Lalai, berpaling dan lupa.
Tiga perkara ini merupakan sebab yang besar di antara sebab-sebab berkurangnya iman. Barangsiapa yang diliputi oleh kelalaian dari taat kepada Allah dan disibukkan oleh lupa kepada Allah maka muncullah dari dirinya penentangan sehingga akan kurang dan lemah imannya yang akhirnya hatinya menjadi sakit dan mati dan dia akan dikuasai oleh syahwat dan syubhat.
Allah mensifati orang yang menentang sebagai orang yang paling zhalim dan termasuk orang-orang yang berdosa dengan firman-Nya:
“Dan siapakah yang lebih dhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya kemudian ia berpaling darinya? Sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa.” (QS. As Sajdah : 22)
Allah juga mengabarkan bahwa Dia menutup hati orang-orang yang menentang sehingga mereka tidak mendapat petunjuk dengan firman-Nya:
“Dan siapakah yang lebih dhalim daripada orang-orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Rabbnya lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahami dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka dan kendati pun kamu menyeru mereka kepada petunjuk niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.” (QS. Al Kahfi : 57)
Allah juga menerangkan bahwa penentangan terhadap-Nya menyebabkan kehidupan yang sempit di dunia dan di akhirat sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha : 124)
Demikian pula mereka di hari kiamat nanti akan membawa dosa dan mendapat adzab. Sebagimana firman-Nya:
“Barangsiapa berpaling dari Al Quran maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar pada hari kiamat.” (QS. Thaha : 100)
Dan firman-Nya yang lain:
“Barangsiapa berpaling dari peringatan Rabbnya akan dimasukkan ke dalam adzab yang besar.” (QS. Al Jin : 18)
Masih banyak lagi ayat-ayat yang mengabarkan tentang bahayanya berpaling dari ayat-ayat atau peringatan Allah. Bahaya yang paling besar adalah hilangnya keimanan bagi yang menentang, menjadikan lemahnya iman orang yang beriman sesuai dengan penolakan seorang hamba tadi.
c. Melakukan kemaksiatan dan dosa-dosa.
Sebagian besar Salaf menyatakan bahwa iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Sebagaimana suatu perbuatan yang diperintahkan oleh Allah berupa kewajiban dan sunnah dapat menambah iman begitu juga melakukan sesuatu yang dilarang dari bentuk haram dan makruh akan mengurangi iman.
Syaikh Muhammad Al Utsaimin hafidlahullah berkata: “Melakukan kemaksiatan akan menyebabkan iman berkurang sesuai dengan kadar kemaksiatan tersebut dan sikap meremehkannya.”
Berkurangnya iman dengan sebab melakukan dosa-dosa besar akan lebih dratis daripada dengan sebab melakukan dosa-dosa kecil. Berkurangnya iman dengan sebab membunuh jiwa yang diharamkan untuk membunuhnya akan lebih dratis daripada berkurangnya iman dengan sebab mengambil harta orang lain tanpa hak. Berkurangnya keimanan dengan sebab mengerjakan dua maksiat akan lebih dratis daripada dengan satu kemaksiatan dan begitulah seterusnya ….
d. Nafsu yang selalu menyuruh kepada kejelekan.
Allah menjadikan nafsu amarah bis su’ (nafsu yang selalu menyuruh kepada kejelekan) sebagai tabiat dan pembawaan serta karakternya kecuali nafsu yang diberi taufik, dikuatkan serta ditolong oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan tentang Yusuf Alaihis Salam:
“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan. Kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabb-ku. Sesungguhnya Rabb-ku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yusuf : 53)
Dan firman Allah:
“Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar itu) selama-lamanya.” (QS. An Nur : 21)
Dan firman Allah kepada sebaik-sebaik makhluk-Nya yakni Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
“Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu niscaya kamu hampir-hampir condong kepada mereka.” (QS. Al Isra : 74)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga mengajari para shahabat beliau khuthbah hajat dengan sabdanya:
“Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, minta pertolongan kepada-Nya dan minta ampunan kepada-Nya. Dan kami minta perlindungan kepada Allah dari kejahatan-kejahatan jiwa (nafsu) kami dan dari kejelekan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang Allah beri hidayah maka tidak ada yang menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan-Nya maka tidak ada yang dapat menunjukinya.” (HR. Abu Dawud 2/238, An Nasa’i 3/105)
Di dalam nash-nash ini diterangkan bahwa kejelekan yang terdapat pada jiwa akan mengakibatkan kejelekan amalan kecuali yang diberi taufik dan ditolong oleh Allah niscaya dia akan selamat.
Allah menjadikan nafsu-nafsu ini sebagai lawan nafsu muthma’inah sebagaimana ucapan Ibnul Qayyim Rahimahullah:
Allah menciptakan manusia atas dua nafsu, nafsu amarah bis su’ dan nafsu muthma’inah yang keduanya saling bertentangan. Setiap salah satu ringan maka yang lainnya menjadi berat. Setiap yang satu darinya merasakan kelezatan maka yang lain akan merasa sakit. Bagi nafsu amarah tidak ada yang lebih berat daripada beramal karena Allah dan mengutamakan ridla Allah. (Al Jawabul Kafi halaman 184-185)
Maka tidak ada yang lebih berbahaya atas iman dan agama seseorang daripada nafsu amarahnya yang merupakan sebab yang pokok di dalam lemahnya iman.
Bagian kedua, yaitu sebab-sebab dari luar yang mempengaruhi berkurangnya iman yaitu:
a. Setan.
Di antara sebab-sebab luar yang mempengaruhi lemahnya iman adalah godaan setan. Setan adalah musuh besar orang-orang Mukmin. Ia senantiasa membuat propaganda kepada mereka dan tidak ada tujuan mereka (setan) kecuali mencabik-cabik, melemahkan dan merusakkan iman di hati orang-orang Mukmin. Barangsiapa menyerah kepada bisikan setan dan tidak berlindung kepada Allah darinya maka imannya akan lemah dan berkurang bahkan akan hilang darinya. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan kaum Mukminin dari bahaya-bahaya setan dan akibat-akibat mengikutinya. Allah berfirman:
“Wahai orang-orang beriman, janganlah engkau mengikuti langkah-langkah setan dan barangsiapa mengikuti langkah-langkah setan maka sesungguhnya dia menyuruh kepada (perkara) yang keji dan munkar ….” (QS. An Nur : 21)
Dan Allah berfirman juga:
“Sesungguhnya setan itu musuh bagimu. Maka jadikanlah dia musuh(mu) karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir : 6)
b. Dunia dan fitnahnya.
Di antara sebab-sebab berkurang dan lemahnya iman hamba adalah sibuk dengan tujuan-tujuan hidup di dunia yang fana. Waktu-waktunya dipenuhi dengan mencarinya, berjalan terus di bawah naungan kelezatan, fitnah dan hal-hal yang menipu. Tatkala kecintaan hamba dan keterkaitannya kepada dunia membesar maka ketaatannya akan melemah dan iman akan berkurang.
Oleh karena itu Allah Ta’ala mencela dunia di dalam Kitab-Nya dan menerangkan kerendahannya di banyak ayat-ayat-Nya di antaranya:
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah di antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak seperti hujan yang tanam-tanamannya menakjubkan para petani kemudian tanaman-tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridlaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al Hadid : 20)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takutkan atas kalian. Akan tetapi aku takut dibentangkan dunia atas kalian sebagaimana dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian kemudian kalian berlomba-lomba (untuk dunia) sebagaimana mereka berlomba-lomba sehingga dunia membinasakan kalian sebagaimana ia membinasakan mereka.” (HR. Bukhari 6/258, 7/320 dan Muslim 4/2274)
c. Teman-teman yang jelek.
Teman-teman yang jelek sangat membahayakan keimanan, perbuatan dan akhlak seseorang. Bercampur dan bershahabat dengan mereka merupakan sebab yang besar di antara sebab-sebab berkurang dan lemahnya iman. Oleh karena itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Seseorang di atas Dien (kebiasaan) kekasihnya. Maka lihatlah orang yang dia kasihi (temani).” (HR. Abu Dawud 13/179, At Tirmidzi 4/589, Ahmad 2/303, Al Hakim 4/171 dan Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah 13/70, hadits hasan)
Mengomentari hadits ini Ibnu Abdil Barr berkata:
Makna hadits ini --Wallahu A’lam-- adalah bahwa seseorang terbiasa dengan sesuatu yang dia lihat dari perbuatan-perbuatan orang yang diakrabinya. Oleh karena itu beliau (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) memerintahkan agar tidak bershahabat kecuali dengan orang yang dipandang memiliki kebaikan karena kebaikan itu adalah kebiasaan.
Abu Sulaiman Al Khitabi berkata:
Makna hadits ini adalah jangan kamu bersahabat kecuali dengan orang yang kamu ridlai agama dan amanahnya. Maka jika kamu bersahabat dengannya dia akan menuntun kepada agama dan madzhabnya.
Nukilan-nukilan ini membuktikan kepada kita bahwa seseorang bersama yang ditemani dan yang dia sahabati. Oleh karena itu teman dan shahabat sangat mempengaruhi lemah kuatnya iman, madzhab, akhlak dan perangai seseorang. Kalau seseorang bercampur dengan orang-orang yang fasik dan jelek maka hal ini adalah sebab yang besar dalam lemah dan berkurangnya iman bahkan kadang-kadang sampai menghancurkannya.
Dari pembahasan di atas setelah kita mengetahui sebab-sebabnya bertambah dan berkurangnya iman maka marilah kita selalu berusaha untuk melaksanakan sebab-sebab yang dapat menguatkan keimanan dan menghindari sebab yang dapat melemahkan dan menguranginya. Allah-lah tempat kita minta taufik dan ketetapan di atas Al Haq. Wallahu A’lam.
Dinukil dan disusun kembali dari Kitab Asbabu Ziyadatil Iman wa Nuqshanihi karya Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al Abbad Al Badr.